Polres Nias Ungkap Kasus Penganiayaan Terhadap,Yupiter Zebua Hingga Tewas.

Polres Nias Ungkap Kasus Penganiayaan Terhadap,Yupiter Zebua Hingga Tewas.

Gemantara. Com. (Gunungsitoli) Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan mengungkap Kasus Penganiayaan terhadap YUPITER ZEBUA Alias AMA JUANG, Lk, 23 Tahun, Katholik, Petani/ Pekebun, alamat Jl. Nias Tengah. 18,5 Desa Dahadano Botombawo Kec Hiliserangkai Kab. Nias atau Jalan Jenderal sudirman gang bapak ukid RT001/RW005 Kelurahan dungus cariang Kec. Andir Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

Pada konfrensi Pers Kapolres Nias menjelaskan bahwa,Dua Pelakukan telah tertangkap Ayah bersama anaknya. Di antaranya An. ALUISOKHI MENDROFA Alias AMA RONI (AM) , Umur 38 tahun,Agama Kristen, Pekerjaan Petani, Suku Nias, Kewarga negaraan Indonesia, Pendidikan terakhir Kelas V SD ( tidak tamat), alamat Desa Lolowua Kec. Hiliserangkai Kab. Nias.

An. RONI PUTRA DAMAI MENDROFA Alias RONI (RM), Umur 19 tahun, Agama Kristen, Pekerjaan Petani, Suku Nias, alamat Desa Lolowua Kec. Hiliserangkai Kab. Nias  

Kejadian Pada hari Rabu tanggal 25 Maret sekitar pukul 01.30 Wib di Desa Botombawo Kec. Hiliserangkai Kab. Nias, tepatnya di depan rumah Alias AMA BEZA MENDROFA.

Menurut penjelasan dari Polres Nias. Kejadian ini pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2020 sekira pukul 23.30 wib, pelapor dan korban berangkat dari rumah orang tuanya dengan mengendarai satu unit sepeda motor.

Pelapor yang tidak lain abang kandungnya (berboncengan) menuju rumah an. Alias NOVEDI MENDROFA (Anak dari AMA BEZA MENDROFA) ke acara malam gembira dengan disertai musik keyboard dimana duduk-duduk menikmati minuman Tuo Nifaro  sambil bercerita-cerita lalu  pada sekira pukul 01.00 wib (Hari Rabu tanggal 25 Maret 2020) para pengunjung termasuk pelapor dan Korban mulai berjoget di jalan depan tempat acara diiringi musik. 

Lalu Saat berjoget terjadi sedikit kesalahpahaman antara korban dengan beberapa pengunjung / bersenggolan termasuk salah satunya Pelaku an. RONI MENDROFA yang saat itu sempat menuangkan minuman kepada para pengunjung dan kepada para korban, yang nantinya setelah terjadi perkelahian antara korban dengan Roni Mendrofa  hingga sampai ke dekat samping rumah salah satu warga yaitu rumah AMA BERLIN MENDROFA, dimana korban saat itu sempat  membalas memukul dan meninju pelaku RONI MENDROFA sehingga melihat hal itu pelaku  lainnya an. ALUISOKHI MENDROFA Alias AMA RONI (orang tua dari  pelaku RONI MENDROFA) langsung mendekati korban dan kemudian meninju bagian wajah korban menggunakan tangan kananya.

Setelah itu ALUISOKHI MENDROFA Alias AMA RONI mengambil sebuah gelondongan / potongan kayu besar dan mengangkatnya dengan kedua tangannya lalu melemparkan dan membantingkan kearah bagian dahi kepala korban dan menyebabkan korban terdorong kebelakang dan jatuh kebawah (agak penurunan ) dan membuat korban tidak sadarkan diri, kemudian korban dibawa kerumah orang tuanya selama beberapa jam hingga ada dua kali muntah darah, dan kemudian pada sekitar pukul 07.00 wib (Hari Rabu 25 Maret 2020)  korban kemudian dibawa oleh saudaranya  ke rumah sakit Umum daerah Gunungsitoli untuk berobat. Hingga pada Hari Kamis tanggal 26 Maret 2020 sekira pukul 03.30 wib, korban akhirnya meninggal dunia.

Sebagi barang bukti satu (Buah) Gelondongan kayu berwarna hitam dengan panjang sekitar 55 (lima puluh lima) cm.Kedua pelakunya sekarang telah di tahan di tahanan  polres Nias. Dengan kasus ini pelaku di kenakkan Pasal 170 ayat (2) ke-3e, ayat (1) dan atau pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 dari KUHPPidana dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.jelas polres Nias.(Fzal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *