*Putra asal Bengkalis sebut; tak sama debut awal KPK lemah jelang transisi Komisioner, politik dinasti bisa bahaya*

*Putra asal Bengkalis sebut; tak sama debut awal KPK lemah jelang transisi Komisioner, politik dinasti bisa bahaya*

BENGKALIS – Untuk yang kesekian kalinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan publik, kali ini datang lagi dari salah seorang masyarakat Tanjung Balai karimun Kepri asal Bengkalis, diungkapkannya “Indra jaya, nama Ketua Satgas Peduli Sesama di tanjung balai karimun, menurutnya KPK semakin mau keujungnya (berakhir) tampak seperti kehabisan tenaga, sebut pria yang aktif terlibat dalam Organisasi Kemasarakatan itu.

Sebagai kader Ormas dirinya(indra) merasa bagian dari masyarakat yang hidup di Negara ini harus patuh dan menghormati hukum serta sepakat menjadikan hukum itu sendiri sebagai bentuk perlindungan dan juga penindakan, dimaksudnya perlindungan hukum itu merupakan hak yang harus didapatkan bagi semua yang hidup di Negara ini tanpa dibedakan, begitu juga dalam penindakan hukum sama tanpa beda perlakuan bagi yang melanggarnya, selanjutnya baru bisa disebut hukum itu menjadi panglima,” menurutnya.

“Sekarang ini, lanjud indra seraya meneruskan pembicaraannya, fokus kita pada tindak korupsi, adanya KPK sebetulnya masyarakat menaruh simpati besar karena telah banyak fakta-fakta atas kerakusan Pemimpin yang dapat diungkap kita banga akan hal itu sebutnya, dan lagi sekaligus juga menyadarkan kita semua secara tidak lansungnya untuk tidak ceroboh dalam memilih sosok Pemimpin seterusnya, seperti yang sekarang ini dialami Kabupaten Bengkalis harus kita sadari bersama itu murni kesalahan dan juga merupakan a’ib yang tak boleh terulang,” sebutnya.

Sambungnya lagi, coba perhatikan Pak Amril mukminin itu Bupati yang sedang terjerat kasus korupsi dan telah ditetapkan KPK setatusnya sebagai Tersangka, lalu istrinya bercita-cita ingin melanjudkan Kepemimpinan sang suami untuk kedepannya, secara pribadi kata indra ia merasa hal itu tidak aneh maklum dalam gaya politik dinasti, pada bab ini indra kembali mengingatkan tidak hanya untuk masyarakat tapi juga KPK, kalau keinginan politik Bupati itu dibiarkan maka Bengkalis akan terkena wabah yang kedua kalinya,” terangnya indra.

“Indikasi ini kata indra, KPK patut kembali diingatkan, sesuai dengan apa yang telah diamanatkan dalam undang-undang dan juga sesuai dengan yang pernah disampaikan Presiden RI belum lama ini beliau mengharapkan KPK jangan hanya sebatas melakukan penindakan saja tapi pencegahan harus menjadi konsen prioritas, pesan ini dapat diartikan sebagai antisipasi dini sekaligus larangan, agar semua pemangku kepentingan jabatan menjauhi perbuatan Korupsi dan wajib dihormati keinginan orang nomor satu di Republik ini, kembali lagi Bengkalis contoh prakteknya penindakan dan pencegahan itu.

Bagaimana tidaknya menurut indra lagi, sudah jelas-jelas rekam jejak pak Amril mukminin itu seperti apa yang pernah di sampaikan salah satu wakil ketua KPK laode M syarif pada konfrensi persnya tertanggal (16/5/2019) yang lalu itu, Amril mukminin telahpun ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terbukti melawan hukum baik sesudah maupun setelah dirinya menjabat sebagai Bupati, dalam hal ini sangat jelas bahwa dirinya (Amril mukminin) itu sudah memiliki niat yang menyimpang dari hakikat pemimpin yang sesungguhnya, dan pernyataan itu juga bukti,” bebernya.

“Sudahlah KPK harus menunggu apalagi rasanya sudah cukuplah dengan durasi waktu yang panjang itu, dari segi data pemberkasan dan kesaksian kuat di yakininya lebih dari cukup, didukung juga berbagai atensinya yang berafiliasi dengan indikator politik dinasti, strategi politik ini juga bisa dikonotasikan sebagai bentuk politik keserakahan tidak bermaksud menjastis seseorang dalam kepentingannya, tapi rasanya masyarakatpun sudah dapat menilainya tanpa harus dijelaskan detail, Bupati terjerat istri ambisi maju ‘ayo apa tidak akan terjadi continue nantinya,” ucap indra.

Tidak ada pilihan, kasus hukum yang diibaratkan tamparan bagi Kabupaten Bengkalis ini, sepenuhnya perbuatan kotor Pemimpinnya maka secepatnya juga harus diakhiri, harapannya ada pada KPK selaku algojo yang akan mengeksekusi, penindakan tegas dari KPK itu nanti sekaligus akan menjadi penghalang estafet ketamakan jabatan yang efekdominonya secara otomatis dengan sendirinya akan masuk unsur pencegahannya sekali, Kita berpesan untuk KPK jangan kendurkan semangat bagaimana awalnya dan begitu juga hingga akhir, transisi Komisioner semoga tak menggoyahkan KPK,” pungkas indra.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *