Realisasi Dana Desa Tanjung Alai Kabupaten Kampar Riau Diduga Mark Up

Realisasi Dana Desa Tanjung Alai Kabupaten Kampar Riau Diduga Mark Up

Gemantara.com (31/08/ 2019)

Program Dana Desa adalah untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, namun terkadang menjadi bancakan oleh oknum elit Desa, seperti dugaan adanya korupsi Dana Desa Tanjung Alai Kabupaten Kampar Riau yang telah menjadi trending topik di Provinsi penghasil minyak tersebut, dan terkesan tidak tersentuh oleh hukum.

Untuk kesekian kalinya lembaga LSM yang ada di Provinsi Riau, akan kembali siap melaporkan adanya dugaan penyimpangan dengan modus ”Mark up dalam realisasi anggaran Dana Desa Tanjung Alai tersebut, hal ini dapat dilihat pada RAB dan fakta lapangan hasil dari infestigasi oleh tim Lembabaga Aliansi Indonesia (LAI) yang dipimpin langsung oleh Rizal Tanjung dan tim.

Informasi ini diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Media Group FKM2 Polri/Puskominfo Bayangkara (Gemantara.com) Provinsi Riau Rudy S Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) DPD Riau menjelaskan kepada Kaperwil bahwa yang ada realitas penggunaan Dana Desa Tanjung Alai tahun anggaran 2018 dengan laporan pertanggungjawaban (SPJ) jelas pincang atau tidak sesuai fakta, dan diduga kuat penyimpangan DD Tanjung Alai Kabupaten Kampar tersebut patut kita laporkan, tutur Rizal Tanjung.

Kepada wartawan, Rizal Tanjung mengatakan dari hasil temuan dan hitungan yang di lakukan oleh Tim investigasi lembaga, diduga adanya perbuatan yang melawan hukum pada pengadaan WiFi, lapangan parkir, dan banyak itemnya yg kita temukan di lapangan tidak seperti data SPJ.

“Mirisnya lagi, Kepala Desa sebagai penanggung jawab pengelolaan Dana Desa Tanjung Alai ini, menunjukan ketidak bermitraan kepada tim investigasi dari Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), dan bahkan menurut tim bahwa kepala Desa Tanjung Alai apresiasi kepada tim bilamana ada yang bisa mengungkap kasus dugaan pelanggaran dalam realisasi dana desa tersebut.

Menurut Rizal Tanjung bersama tim, pihaknya dan lembaga merasa kecewa dengan berlarut-larutnya kasus ini tanpa ada pihak yang berwenang dalam pengawasan Dana Desa tersebut menunjukkan peran aktifnya, baik lembaga pengawas Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten.

Ketua Tim infestigasi neminta Inspektorat, Bawaskab dan Bawasda untuk tidak tutup mata dengan persoalan yang ada, dan diminta untuk aktif turun lapangan untuk memastikan bahwa laporan masyarakat dan hasil infestigasi Lembaga 2 yang berperan adalah benar, serta dapat bertindak sesuai perannya pula secara transparan. Tutur Rizal Tanjung

“Kami meminta kepada semua institusi hukum yang ada di Provinsi Riau dan Kabupaten ini, untuk segera menindak Kepala Desa yang terindikasi melakukan korupsi dana Desa, dengan tindakan tegas dan memberikan hukuman yang setimpal dan memberhentikan secara tidak hormat kepada pejabat atau kepala desa yang terbukti melakukan korupsi Dana desa tegasnya.

Saat akan dikonfirmasi melalui telefon hal tersebut, Kepala Desa Tanjung Alai Zulfan Alwi selulernya dalam keadaan tidak aktif.

Tim (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *