*Sekda Nias Utara Di Duga ” BOHONG” Sehingga Akademi Komunitas Negeri Nias Utara Terancam Gagal*

*Sekda Nias Utara Di Duga ” BOHONG” Sehingga Akademi Komunitas Negeri Nias Utara Terancam Gagal*

Gemantara. Cgom ( Nias Utara) pada hari Kamis, 05/03/2020 Mahasiswa dan Para Dosen AKNIRA dan Bersama Pemerintah Daerah Nisut RDP (Rapat Dengar Pendapat) Di Gedung DPRD Nias Utara, Yang di pimpin langsung Ketua DPRD Nisut Sokamto waruwu. SE, yang di hadiri kedua wakil Ketua Amizaro waruwu dan Fatizaro Hulu, dan Anggota DPRD Nias Utara. 

Ketua DPRD Nisut Sukamto Waruwu membuka Secara Resmi Rapat kerja yang digelar sekitar pukul 10.00 Wib merupakan tindak lanjut audiensi para Dosen AKNIRA pada hari Senin 02 Maret 2020 terkait nasib AKNIRA yang masih terkantung-kantung.

Rapat kerja yang dibuka oleh ketua DPRD NISUT Sukamto Waruwu diawali dengan penjelasan dari Sekda Nias utara Yafeti Nazara.Mengatakan bahwa AKNIRA belum melembaga sebagai satu Perguruan Tinggi, tetapi AKNIRA diselenggarakan oleh Politeknik Payakumbuh berupa pendidikan diluar domisili (PDD) jenjang D2,” Bebernya” 

Dianya mengatakan  izin AKNIRA dengan PDD hanya 5 tahun, jadi bisa saja berakhir dengan sendirinya.Ia juga menambahkan bahwa untuk melanjutkan hanya USU yang bisa, sebagai Perguruan Tinggi Negeri dan sudah akreditasi A. “Ucapnya Sekda”

Lanjutnta “Kita sudah ajukan usul ke USU dan banyak juga daerah lain yg sudah mengusulkan PSDKU, namun USU masih mempelajari dan menyeleksi sesuai kemampuan USU dan program studi yang dikelola.” Ucapnya

Yaaman Telaumbanua anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional Menanggapi apa yang di sampaikan oleh Sekda Nisut, Mengatakan bahwa

Universitas Sumatera Utara (USU), telah membuka diri dan bersedia membantu, namun lagi-lagi pemerintah daerah kabupaten Nias Utara tidak serius dan terus mengabaikan berbagai proses pengusulan menjadi PSDKU USU serta tidak menghadiri undangan dari USU, usaha menjadikan AKNIRA menjadi PSDKU USU ini pun Seakan akan ada yang sengaja menggagalkan hanya kempentingan oknum yang sedang mengelola UT di nias utara ini” Ucapnya.

Tambahnya lagi bahwa, “kalau kita melihat sejarah berdirinya AKANIRA dimana di seluruh Indonesia ada 19 Lokasi dan karena perjuangan Bupati Edward Zega dan DR. Saharman Gea saat itu, maka ditempatkanlah 1 di Nias Utara, di bawah Pengasuhan Poiliteknik Payakumbuh Sumatera Barat.” Lalu sesudah beberapa tahun beroperasi dan dievaluasi Dirjen Dikti. Hasilnya 7 ditingkatkan dan 12 dibawah Pengawasan termasuk Nias Utara.” Ucapnya.

Lanjut yaaman Tel,bahwa ketika Pemkab Nisut Berniat memajukan AKNIRA atau di evaluasi lagi dan ternyata Kampus dan Gedungnya tidak dibangun dan tidak di dukung APBD Nisut. Maka sesuai dengan surat Kemristetdikti menghentikan anggaran pembiayaan operasional AKNIRA pada tahun 2019.Dengan gagalnya AKNIRA tentu sangat disayangkan dan merupakan catatan buruk bagi pemerintahan kab. Nias Utara dibawah kendali Bupati M. Ingati saat ini ” terangnya”

Menurut pendapat yang mewakili Rektor AKNIRA oleh Hemin Gulo ( Wakor) menyampaikan bahwa apa yang di sampaikan Sekda Nias Utara Yafeti Nazara, itu tidak benar, ianya mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya batas waktu atau gugur dengan sendirinya MOU dari Baya kubuh.ketika pemkab Nias Utara ada Niat baik untuk memperjuangkan Nasib AKNIRA yang telah beberapa tahun sudah berdiri dan memperjuangkan Nasib Generasi Penerus.Makanya saya mengatakan bahwa apa yang di sampaikan oleh Sekda Nisut itu adalah borong” Ucapnya” ( F. Zal) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *