Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Musyawarah Kota VII Kamar Dagang dan Industri

Gemantara.com,Pangkalpinang Babel – Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil menghadiri musyawarah kota VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pangkalpinang di Renz Hotel, Kamis (18/11/2021).

Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen menyampaikan strategi pemasaran Pemkot Pangkalpinang melalui senyum, karena menurut dia menciptakan pasar lebih sulit daripada produk sehingga bersama-sama menciptakan senyum yang dinamakan Trade, Tourism and Investment.

Dia menuturkan, pihak terkait harus menjaga agar dapat nyaman berinvestasi di Pangkalpinang. Menurutnya investasi tidak akan kondusif jika kenyamanan tidak terjalin dengan baik. Fundamental yang harus diciptakan serta menjaga kebersamaan. ,

“Kita mempunyai goal investasi dengan 2000 tenaga kerja yang terserap selama saya menjadi Wali Kota Pangkalpinang. Kita harus menciptakan iklim investasi yang baik dan kondusif di Kota Pangkalpinang. Bila tidak tercipta keamanan, kenyamanan di Kota Pangkalpinang, terpecah belah, percaya hoaks, jangan pernah harap kita bisa makan, semua akan percuma,” kata Molen.

Dia mengatakan setelah investasi masuk maka akan tercipta jasa dan perdagangan, iklim kerja yang mengurangi kemiskinan, pengangguran berkurang, lalu tercipta lah Trade, Tourism and Investment.

“Pengusaha harus menggali sistematika, dizaman Covid-19 banyak yang ambruk hingga timbulnya 23 ribu UMKM. Alhamdulillah dimasa Covid-19, kita dibantu dengan kenaikan harga timah dan sawit tertinggi saat ini. Kita akan menyiapkan pasar pemasaran di Kota Pangkalpinang. Dengan membangun grand design dari setiap wilayah dari kumpulan potensi, unggulan daerah dan kita berbagi. Mari kita satu ritme, satu hati, dan satu visi,” tutupnya.

Ketua Umum Kadin Kepulauan Bangka Belitung, Thomas Jasman menuturkan sejalan dengan perubahan zaman, perubahan begitu cepat dan dibutuhkan suatu forum untuk melihat evaluasi yang sangat cepat serta tidak terduga. Jumlah UMKM Kota Pangkalpinang terdapat 2.550 industri kecil menengah dan penduduk yang bekerja pada lapangan usaha 76 persen berada dijasa dan perdagangan.

Thomas berpesan pada para peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti musyawarah kota ini agar bisa menyusun program yang baik, bisa bersinergi dengan pemerintahan kota dan seluruh stakeholder terkait.
(Zainal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *